THK: Saatnya Peternak Naik Kelas (Bagian Satu)

SIARAN PERS, JAKARTA -- Kembali menapak-tilas program Tebar Hewan Kurban (THK, dengan huruf K, bukan Q), yang diinisiasi Dompet Dhuafa sejak 1994. Sebagaimana Dompet Dhuafa yang berhasil mengubah paradigma tentang zakat, Tebar Hewan Kurban, telah mengubah budaya dan perilaku para pekurban.

Sebelum 1994, bahkan juga sesudahnya, ibadah kurban di bulan Dzulhijah, biasanya dilaksanakan dengan ritual penyembelihan hewan di kediaman sendiri atau paling jauh diserahkan kepada panitia di mesjid terdekat.  Program Tebar 999 Hewan Kurban meluncur dengan ide segar, yaitu para pekurban hanya menyerahkan sejumlah dana kepada Dompet Dhuafa untuk membeli hewan, sekaligus memberi kepercayaan untuk menyembelihnya di tempat-tempat terpencil. Heroik! Amanah memang berat dan itulah yang dijaga insan Dompet Dhuafa hingga kini.

Tebar 999 Hewan Kurban bergulir sejak 1994, kemudian di 1998 ditetapkan menjadi Tebar Hewan Kurban (THK), dan telah didaftarkan di Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI 2016.  Platform awal tetap dipertahankan. Ternaknya sedapat mungkin dibeli langsung dari peternak. Jakarta bukan lokasi utama untuk penyembelihan. Hewan-hewan titipan para pekurban, disembelih di pelosok desa dan kawasan terpencil. Kemudian dibagikan kepada para mustahik yang nyaris tidak pernah mengonsumsi daging.  

“Dalam napak tilas sejarah THK Dompet Dhuafa, beruntung saya dapat mengontak salah satu penggagasnya, yaitu Sunaryo Adhiatmoko. Ia mengungkapkan, dalam urusan kurban, pesaing Dompet Dhuafa bukan kemiskinan, tapi bandar besar dan blantik sapi, serta kambing. Sebuah ungkapan yang mengagetkan,” jelas Zainal Abidin Sidik, selaku ketua THK Dompet Dhuafa 1441 H, saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (20/7/2020).

Zainal Abidin kembali mengungkapkan, akhirnya program THK menjadi pioneer. Program-program serupa, muncul mengiringinya. Bagi kami, mereka bukanlah pesaing. Seperti yang mas Naryo tegaskan, pesaing kami adalah bandar besar dan blantik sapi, serta kambing. (Dompet Dhuafa/Taufan YN)



a:2:{s:2:

Kembali Ke Bekasi, Rachel Vennya Be

Lihat Detail
Kembali Ke Bekasi, R
21 Jul 2020 19:54:24

Solidaritas Teman Baik Rachel Vennya x KitaBisa x Dompet Dhuafa Gulirkan Donasi Borong Dagangan UMKM Perempuan (Bagian Tujuh)

 

BEKASI, JA [...]

a:2:{s:2:

Mahasiswa STIM Budi Bakti Tanding P

Lihat Detail
Mahasiswa STIM Budi
21 Jul 2020 18:12:24

BOGOR, JAWA BARAT -- Ialah Wahid Hakim. Seorang atlet nasional olahraga hockey yang memiliki tinggi 173 cm dan berat 73 kg. Pria kelahiran Bogor 22 tahun silam lalu itu, juga merupakan mahasi [...]

a:2:{s:2:

Bantuan Rachel Vennya Turut Berguli

Lihat Detail
Bantuan Rachel Venny
21 Jul 2020 18:06:55

Solidaritas Teman Baik Rachel Vennya x KitaBisa x Dompet Dhuafa Gulirkan Donasi Borong Dagangan UMKM Perempuan (Bagian Enam)

 

TANGERANG S [...]


Tuliskan Komentar