Menjadi Yatim Piatu Hingga Ijazah Tertahan, Tekad Adel Hidupi Ketiga Adiknya

SIARAN PERS, BOGOR – Adela Apriyanti (18), salah seorang anak kelulusan SMA Muhammadiyah Parung. Tidak bisa memperoleh ijazahnya, lantaran memiliki tunggakan yang belum terbayarkan.

Adel, sapaan akrabtnya, merupakan anak yatim piatu. Sang ayah meninggal di 2016 lalu. Sedangkan ibunya meninggal dua tahun sebelum kepergian sang ayah. Hal tersebut membuat Adel beserta ketiga adiknya: Jingga Rachel Putri (16), Glen Marcel (12), dan Alifi Safana (9), tinggal bersama kakek dan neneknya. Awalnya mereka berempat sempat memilih tinggal di rumah milik sendiri. Namun setelah kepergian orang tua, mereka baru memutuskan pindah. Sekarang ini, rumah mereka disewakan untuk sekedar menambah biaya kebutuhan sehari-hari.

Dengan absennya peran orang tua, Adel harus bekerja keras untuk menghidupi ketiga adiknya. Pasca lulus, Adel langsung melamar hanya menggunakan kartu resi E-KTP di PT. Jaya Surya sebagai karyawan dengan gaji sebesar Rp. 240.000,-/minggu. Hal ini membuat Adel harus cerdas-cerdas mengelola keuangan.

“Kadang suka pulang ke rumah pas istirahat makan siang. Untung jaraknya tidak terlalu jauh, Mas,” jelas Adel.

Dua pekan lalu, tim Dompet Dhuafa mendapat informasi mengenai Adel. Kemudian pada Selasa (10/2/2020), tim Dompet Dhuafa berkesempatan untuk datang ke kediamannya di Kampung Setu Al Husna RT 05/01, Desa Parigi, Kecamatan Ciseeng, Bogor. Tujuan kedatangan tersebut adalah untuk membantu menebus ijazahnya yang tertahan.

“Terima kasih sudah rela panas-panasan dan membantu untuk menebus ijazah saya,” tambahnya.

Cagia Mentary Tenkahary, selaku Kepala SMA Muhammadiyah Parung menuturkan, kalau di sekolahnya memang banyak siswa-siswi yang termasuk dalam golongan dhuafa. Kemudian mengapresiasai Dompet Dhufa yang mendukung program-program semacam ini.

“Memang dari beberapa siswa yang sekolah di SMA Muhammadiyah Parung, banyak dari mereka yang tertahan ijazahnya, tergolong dari keluarga tidak mampu. Nah, alhamdulillah setelah adanya program tersebut, bisa membantu mereka yang tertahan ijazahnya,” ujar Cagia, saat ditemui tim Dompet Dhuafa di ruang kerjanya.

Tebus Ijazah merupakan salah satu program Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa dengan memberikan bantuan penebusan ijazah bagi siswa kelas tiga SMK/SMA/MA atau SMP/MTs. Sehingga dengan bermodalkan ijazah tersebut, para siswa dapat melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi atau menjadi modal mencari pekerjaan sesuai dengan level ijazahnya. Dengan demikian mereka dapat mengangkat harkat dan martabat diri, serta keluarganya. (Dompet Dhuafa/LPM/Fajar)



a:2:{s:2:

Begini Aksi Pencarian Korban dan La

Lihat Detail
Begini Aksi Pencaria
17 Feb 2020 19:32:32

LUMAJANG, JAWA TIMUR -- Memasuki hari ke 4 (empat), tim respon Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa terus berupaya menggulirkan bantuan dari dampak guguran awan panas Gunung Semer [...]

a:2:{s:2:

Pencarian Korban Hari ke-4: DMC Do

Lihat Detail
Pencarian Korban Har
17 Feb 2020 15:06:53

LUMAJANG, JAWA TIMUR -- Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bersama relawan gabungan bantu pencarian korban di Kampung Renteng dan Kebondeli, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, [...]

a:2:{s:2:

Erupsi Semeru Lenyapkan 15 Nyawa da

Lihat Detail
Erupsi Semeru Lenyap
17 Feb 2020 14:49:42

LUMAJANG, JAWA TIMUR -- Per Senin (6/12/2021), pukul 11.10 WIB, berdasarkan info dari Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, dilaporkan korban men [...]


Tuliskan Komentar