Sahabat sudah tahu cara bayar zakat fitrah yang benar sesuai dengan ketentuan Islam? Pada bulan Ramadan, ibadah wajib yang dilakukan oleh umat muslim bukan hanya puasa dan salat. Tetapi, umat muslim juga diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah. Apa itu zakat fitrah dan bagaimana cara bayar zakat fitrah? Yuk cari tahu jawabannya, simak artikel berikut!
Pengertian Zakat Fitrah
Zakat berasal dari kata dalam bahasa Arab zaka yang berarti suci, baik, bertumbuh, subur, berkembang, atau bertambah. Zakat memiliki unsur keberkahan, karena dapat membersihkan harta dan menyucikan jiwa orang muslim yang menunaikannya.
Allah Swt memberi kesempatan bagi umat-Nya untuk beramal sebanyak mungkin di bulan Ramadan, karena bulan ini dipenuhi berkah juga ganjaran pahala berlipat ganda. Setelah berjuang melewati satu bulan memaksimalkan ibadah, umat muslim pun merayakan hari kemenangan, yaitu Hari Raya Idulfitri.
Pada Hari Raya Idulfitri, semua muslim dinyatakan kembali ke fitrahnya. Kembali memulai hidup dengan pribadi yang lebih baik. Namun sebelum semua itu terjadi, umat muslim terlebih dahulu diwajibkan untuk membayar zakat fitrah guna menyucikan jiwanya secara paripurna.
Selain menyucikan jiwa, zakat fitrah juga bertujuan untuk membantu orang-orang membutuhkan yang termasuk dalam Golongan Penerima Zakat Fitrah, agar kebutuhan mereka tercukupi di Hari Raya Idulfitri dan bisa ikut bersukacita. Mereka yang kurang mampu berhak untuk ikut merasakan berkahnya Hari Kemenangan.
Syarat Bayar Zakat Fitrah
Sebelum mengetahui cara bayar zakat fitrah, kita perlu memahami terlebih dahulu apa saja syarat untuk menunaikan zakat fitrah.
Orang yang dapat membayar zakat fitrah adalah mereka yang beragama Islam, merdeka atau tidak dalam perbudakan, baligh, dan memiliki kelebihan makanan walau sehari semalam. Apabila Sahabat telah memiliki tanggungan seperti istri atau anak, maka kamu wajib membayarkan zakat fitrah untuk mereka.
Jumlah Zakat Fitrah yang Dibayarkan
Untuk menunaikan zakat fitrah, dihitung dari makanan pokok sehari-hari yang biasa dimakan oleh muzaki atau pembayar zakat. Makanan pokok yang diberikan harus seperti yang setiap hari dimakan. Misalnya, makanan pokok sehari-harimu adalah beras premium, maka kamu wajib membayar zakat fitrah senilai dengan beras yang sama.
Takaran makanan pokok yang dizakatkan sudah disepakati oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yakni sebesar 2,5 kg atau 3,5 liter beras. Cara bayar zakat fitrah juga dapat dikonversikan ke nominal mata uang, yaitu seharga dengan harga makanan pokok yang biasa dimakan.
Contoh:
Dalam kesehariannya, Bagas biasa makan gandum premium seharga Rp20.000/kg. Maka zakat fitrah yang harus Bagas bayar sebesar Rp20.000 x 2,5 kg = Rp50.000/orang. Apabila Bagas memiliki tanggungan seorang istri dan dua orang anak yang belum baligh, maka jumlah zakat fitrah Bagas dikalikan dengan jumlah anggota keluarganya. Dengan begitu cara menghitungnya adalah Rp50.000 x 4 orang = Rp200.000.
Namun, pembayaran zakat fitrah dengan uang masih terus diperdebatkan. Sebab, menurut hadis Rasulullah Saw dan para sahabat, zakat fitrah hanya bisa dikeluarkan dengan memberi makanan pokok. Lantas, apakah boleh membayar zakat fitrah dengan uang? Sahabat bisa mencari tahu lebih lanjut tentang ini dalam artikel Hukum Bayar Zakat Fitrah dengan Uang Menurut Para Ulama.

Cara Bayar Zakat Fitrah Sesuai Ketentuan Islam
Setelah mengetahui pengertian zakat fitrah, syarat, dan jumlah yang perlu kamu bayarkan, selanjutnya kamu perlu tahu bagaimana cara bayar zakat fitrah yang sesuai dengan ketentuan Islam. Berikut daftar yang perlu kamu check list saat akan membayarkan zakat fitrah:
Perhatikan Makanan Sehari-hari
Zakat fitrah diambil dari makanan sehari-harimu. Untuk itu, kamu perlu melihat ke belakang, jenis makanan apa yang paling sering kamu makan, dan menjadi makanan sehari-harimu.
Kalau kamu setiap hari makan nasi, berarti makanan pokok yang perlu kamu zakatkan adalah beras. Apabila kamu tidak biasa makan nasi dan lebih sering makan gandum, maka kamu bisa menzakatkan gandum dengan jenis yang sama seperti yang kamu makan atau membayarkan dengan nominal harga yang setara.
Hitung Harga Makanan Sehari-hari
Apabila Sahabat ingin membayar zakat dengan nominal uang tunai, bukan dalam bentuk makanan pokok, maka kamu perlu menghitung harga makanan sehari-hari. Jumlah zakat fitrah yang perlu kamu keluarkan adalah hasil dari biaya makanan pokokmu dalam sehari lalu dikalikan 2,5 kg atau 3,5 liter.
Orang yang Wajib Kamu Bayarkan Zakat Fitrahnya
Orang yang perlu kamu bayarkan zakat fitrahnya adalah dirimu sendiri. Apabila kamu memiliki tanggungan keluarga, maka kamu juga perlu membayarkan zakat fitrah untuk mereka. Kamu juga bisa membayarkan zakat fitrah untuk orangtuamu. Apabila ada anak yang lahir dalam keluargamu sebelum matahari terakhir bulan Ramadan, maka kamu juga wajib menghitungnya dalam daftar wajib zakat fitrahmu.
Hitung Zakat Fitrah
Setelah ditotal berapa tanggungan untuk dibayarkan zakat fitrah, hitunglah berapa zakat fitrah yang harus kamu keluarkan. Jika tidak ada tanggungan, kamu cukup membayar zakat fitrah untuk satu orang. Seberat beras 2,5 kg atau 3,5 liter, atau dengan nominal uang tunai yang harganya setara.
Temukan Amil yang Terpercaya
Cara bayar zakat fitrah selanjutnya adalah temukan Amil yang dapat kamu percaya. Kamu bisa membayar zakat fitrah di masjid terdekat lokasi tempat tinggalmu. Kamu juga bisa membayar zakat fitrah secara online dan cepat di situs Dompet Dhuafa.
Niat Membayar Zakat Fitrah
Sebelum membayar zakat fitrah, jangan lupa baca niat bayar zakat fitrah. Niat Zakat Fitrah, “Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala.” Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Ta’ala.
Apabila kamu kesulitan menghapal bahasa Arabnya, kamu juga bisa meniatkan dalam hati dengan bahasa Indonesia. Apabila ingin membayarkan keluarga, maka niatkan bayar zakat fitrah untuk anggota keluargamu.
Serahkan Zakat Fitrah pada Amil
Serahkan zakat fitrah kepada amil. Jika kamu membayarkan di masjid, kamu bisa menyerahkannya secara langsung dalam bentu beras atau uang tunai. Serahkan ke masjid paling lambat malam hari sebelum sholat idul fitri. Kamu juga bisa menyerahkan zakat fitrah melalui lembaga terpercaya yang mengelola zakat seperti Dompet Dhuafa.
Berdoa
Setelah menyerahkan zakat fitrah, kita dianjurkan berdoa kepada Allah SWT. Doa setelah menyerahkan zakat, “Rabbanaa taqabbal minna innaka antas samii’ul ‘aliim(u).” Artinya, “Ya Allah terimalah (amal ibadah) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Ikhlas dan Tidak Pernah Mengungkit
Terakhir, setelah menunaikan ibadah zakat fitrah, alangkah baiknya kita mengikhlaskannya. Tidak mengungkit kepada siapa pun jumlah nominal zakat yang dibayarkan. Apalagi sampai mengungkitkan di depan delapan asnaf yang menerima zakat.
Ibadah zakat sama pentingnya dengan salat dan puasa, itu sebabnya mengapa ada Ayat Al-Quran Tentang Zakat yang Bergandengan dengan Perintah Shalat. Apabila kita sebagai muslim tidak melaksanakannya padahal mampu untuk membayar, kita tentu akan mendapat konsekuensinya, apa saja? Sahabat bisa membacanya di Sengaja Tidak Membayar Zakat? Ini Hukuman Dunia dan Akhirat yang akan Didapat. Oleh karena itu, jangan sampai terlewat untuk membayar zakat fitrah ya, Sahabat! (RQA)

