Begini Aksi Pencarian Korban dan Layanan Kesehatan Keliling Dompet Dhuafa di Lumajang

LUMAJANG, JAWA TIMUR -- Memasuki hari ke 4 (empat), tim respon Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa terus berupaya menggulirkan bantuan dari dampak guguran awan panas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Situasi terkini di lapangan, Selasa (7/12/2021), sejak pagi tim terus melakukan operasi pencarian terhadap korban hilang di 3 (tiga) lokasi berbeda. Tim DMC Dompet Dhuafa memfokuskan pencarian di wilayah Desa Curah Kobokan, Gladak Perak, dan Tambang Satuhan/Kebondeli Utara.

Saat operasi pencarian dimulai, pada pukul 05.45 WIB tercatat telah terjadi getaran yang disebabkan oleh banjir lahar dingin setinggi 22 mm berdurasi 267 detik dengan jarak luncur sejauh 2,8 km dari ujung lidah lava (700m dari kawah). Bersama-sama dengan tim gabungan dari BPBD, TNI, POLRI, Basarnas, dan potensi relawan, DMC Dompet Dhuafa terus melakukan pencarian di lokasi terdampak.

Laporan yang diterima sampai saat ini, tim berhasil mengevakuasi total 14 korban dengan catatan 9 (sembilan) selesai dimakamkan dan 5 (lima) lainnya belum teridentifikasi di wilayah Kecamatan Pronojiwo. Selanjutnya, di wilayah Candipuro ditemukan 8 (delapan) korban jiwa dengan 1 (satu) belum teridentifikasi oleh tim evakuasi.

"Guna percepatan penanganan dampak bencana, DMC Dompet Dhuafa mengerahkan unit evakuasi, logistik, dan medis. Kita menggulirkan Dapur Keliling dari kawan-kawan LPM Dompet Dhuafa, sedangkan medis dari Respon Darurat Kesehatan (RDK) Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa," terang Haryo Mojopahit, selaku Chief Executive DMC Dompet Dhuafa melalui pesan singkat.

Di hari yang sama tim RDK LKC Dompet Dhuafa juga membuka layanan Mobile Health Service dengan jumlah penerima manfaat mencapai 50 orang. Keluhan yang paling sering dirasakan oleh masyarakat sangat beragam, diantaranya Hipertensi, Myalgia, Dispepsi, Diare, dan ISPA akibat terlalu banyak menghirup abu dari guguran awan panas Gunung Api Semeru. Dokter dan perawat dari LKC Dompet Dhuafa memberikan pelayanan berupa pemeriksaan tanda-tanda vital, konsultasi dokter, pengobatan, dan pemberian vitamin serta masker.

"Ini merupakan layanan kesehatan bagi para penyintas guguran awan panas Gunung Api Semeru, Mobile Health Service merupakan salah satu upaya untuk menjangkau masyarakat terutama di lokasi terdampak. Kita juga berikan vitamin dan masker agar masyarakat terhindar dari ISPA akibat terlalu banyak menghirup gas dan abu vulkanik, tentunya ini juga upaya mencegah penularan Covid-19," jelas dr. Aqila selaku PIC Mobile Health Service Tim RDK LKC.

Mobile Health Service ini melakukan pelayanan di beberapa titik rumah warga yang masih bertahan dan masyarakat yang berada di pengungsian. Titik yang menjadi fokus pada hari ini adalah Sapiturang Gumuk Mas, Pronojiwo lantaran lokasi tersebut merupakan salah satu wilayah terdampak paling parah guguran awan panas Gunung Api Semeru. Masyarakat yang menjadi penerima manfaat mayoritas adalah para lansia yang memang memiliki riwayat hipertensi dan penyakit lainnya, tentunya ini juga merupakan fokus dari Mobile Health Service dalam memberikan layanan kesehatan.

"Mayoritas pasien yang mendapatkan layanan itu dari kalangan lansia yang sebelumnya memang sudah mengidap hipertensi. Masyarakat lainnya, rata-rata mengidap ISPA karena terlalu banyak menghirup gas dan abu vulkanik dari Gunung Api Semeru," lanjut dr. Aqila. (Dompet Dhuafa / Arlen)




Tuliskan Komentar