Harta Benda Hanyut, Nova Tak Pernah Bayangkan Banjir Bandang Terjang Cicurug

SIARAN PERS, SUKABUMI, JAWA BARAT -- Banjir Bandang datang dengan gemuruh, menerjang wilayah Cicurug, Sukabumi, pukul 16.30 WIB sore pada Senin (21/9/2020). Memaksa Nova (28), kakaknya beserta suami, dan dua keponakanya lari mengungsi. Air meninggi dengan cepat, menghanyutkan rumah beserta isinya. Namun Nova dan keluarganya berhasil selamat. Tidak pernah menyangka, ia akan mendapati musibah seperti itu.

“Kejadian pukul setengah lima kak, semuanya mengungsi, tidak kepikiran untuk bawa apa-apa, cuma badan saja. Tiba-tiba gemuruh dari belakang rumah, air masuk sama kayu-kayu,” buka Nova menceritakan kronologi datangnya banjir bandang.

Sejak kecil, Nova tinggal di dekat sungai, rumahnya pun kokoh, dan tak pernah ada kejadian janggal seperti halnya pertanda bencana alam. Hari itu, mereka kehilangan harta benda, dan juga kenangan akan rumah mereka. Sementara keluarga mengungsi di rumah saudara, Nova ikut serta membersihkan sisa-sisa rumahnya. Berharap masih ada sesuatu yang bisa ia bawa kembali.

“Mau bawa apa gitu yang mungkin masih bisa dipakai. Karena kita semua lari cuma bawa badan saja, tidak ada pakaian lagi. Saya bantu bersihin tadi, memang semuanya hanyut, ijazah, baju, surat-surat, semuanya,” tambahnya.

Seumur hidup, ia dan warga Kampung Cibuntu RT 003/RW 004, Desa Pasawahan, Cicurug, Sukabumi, tidak pernah membayangkan suatu bencana layaknya banjir bandang. Untuk pertama kalinya, desa mereka mendapat bencana besar seperti itu. Hal wajar, ketika mendung datang, raut wajah warga berubah. Sedikit nuansa trauma nampak membuat warga kini jadi was-was. Hal itu juga dirasakan oleh Nova dan para ponakannya.

“Kalau sudah mendung atau rintik, anak-anak langsung narik-narik kita, minta langsung diajak naik ke atas (tempat lebih tinggi), karena takut bakal ada banjir bandang lagi,” akunya.

Seperti yang telah diwartakan, banjir bandang yang melanda wilayah Sukabumi, setidaknya terdapat 11 desa terdampak karenanya. Kampung Cibuntu menjadi titik terparah dengan bangunan rusak paling banyak. Data Sitrep (Situasi Respon) Periode #3 Disaster Management Centre (DMC) Dompet Dhuafa pada hari Rabu (23/9/2020), banjir bandang telah berdampak pada 176 KK/525 jiwa dan sebanyak 78 jiwa terpaksa harus mengungsi. Termasuk diantaranya Nova dan keluarganya. (Dompet Dhuafa / Foto: Zul / Penulis: Zul / Editor: Dhika Prabowo)



a:2:{s:2:

Asa Juang Pak Usman Bangkit Berkat

Lihat Detail
Asa Juang Pak Usman
24 Sep 2020 23:51:05

SIARAN PERS, BANYUMAS, JAWA TENGAH -- Di ambang putus asa pada sebuah rumah di Desa Kracak, RT 02 RW 05, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, seorang pria sepuh, Usman (62), kerap kali merenung memikirkan sak [...]

a:2:{s:2:

Jejak Wakaf Ifa Achmad Wardi, Pewak

Lihat Detail
Jejak Wakaf Ifa Achm
24 Sep 2020 20:24:56

SIARAN PERS, SERANG, BANTEN -- Berdiri di atas tanah wakaf seluas 3.000 m2, Rumah Sakit Mata Achmad Wardi (RSAW) Serang, Banten, telah hampir 3 tahun beroperasi sejak diresmikan pada tahun 2017. Ya, berkah a [...]

a:2:{s:2:

Respon Dompet Dhuafa Jabar Evakuasi

Lihat Detail
Respon Dompet Dhuafa
24 Sep 2020 00:18:26

SIARAN PERS, BANDUNG, JAWA BARAT -- Setelah mengetahui Ajis (9) jatuh dari lantai dua, sontak sang ibu segera menghubungi Dompet Dhuafa Cabang Jawa Barat. Seketika, tim respon Dompet Dhuafa J [...]


Tuliskan Komentar