Protokol Hubungan, Puisi Cinta Untuk Corona oleh Parni Hadi

Angka pasien terkonfirmasi kasus positif Corona (Covid-19) sejak Maret hingga Oktober 2020 di Indonesia terus mengalami peningkatan kini. Meskipun angka kesembuhan turut serta meninggi, tetapi segala dampak akibatnya masih menghantui. Segala kekhawatiran dalam bersosialisasi, berada di sebuah angkutan transportasi, banyak angka mati, sebelum tatap muka, haha-hihi, bersama family.

Adaptasi terhadap kondisi di tengah pandemi turut mencipta ragam kreasi. Pun, pandemi, tetap menjadi sebuah inspirasi bagi Inisiator dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi. Berikut sebuah karya puisi berjudul ‘Protokol Hubungan’, puisi cinta untuk Corona oleh Parni Hadi:

 

Protokol Hubungan

 

Lagi-lagi terima kasih Corona, kamu telah beri banyak inspirasi.

Pandemimu makin meruyak, merebak.

Sudah ada PSBB, Pembatasan Sosial Berskala Besar, lalu PSWL, Pembatasan Sosial Berskala Wilayah dengan Protokol Kesehatan.

Setahuku, belum ada PSBR, Pembatasan Sosial Berskala Rumah, padahal menurut kabar,  pandemimu mulai dari rumah ke rumah menyebar.

 

Yang sudah ada, pembatasan hubungan di luar rumah.

Mungkin perlu pembatasan skala kamar atau ruang tertutup.

Tegasnya, hubungan suami-istri. Perlu juga protokol kesehatan, kan?

Terutama untuk pasangan suami-istri muda, pengantin baru dan calon pengantin.

Apa perlu pakai masker, cuci tangan pakai sabun, disemprot disinfektan juga? Bagi Muslim, perlu bersuci (wudhu) dulu, ya.

 

Beberapa profesor, dokter spesialis, menko dan mantan pejabat menjawab begini:

Setahu saya belum ada, mau cari tahu, kalau hubungan dengan orang serumah seperti biasa saja, kan sudah tahu sama tahu.

Yang repot berhubungan dengan orang di luar rumah, karena banyak OTG, orang tanpa gejala. Perlu swab test untuk calon pengantin?

Seorang dokter muda menjawab ini: dianggap semua sudah tahu sendiri.

Ada gubernur yang buat aturan, tunda dulu hubungan. Mana tahan?

 

Corona, gegara kamu, banyak PHK, Pemutusan Hubungan Kerja. Tapi, karena di rumah saja, PHK bisa jadi singkatan peningkatan hubungan yang lain.

Dari hubungan yang itu, hasilnya hamil alias bunting.

Bagi kaum miskin, dampaknya bisa meningkatkan jumlah stunting.

 

Corona, any how, thank you, I still love U, lho!

(PH, 2.10.20).

 

Melalui situs resmi covid19.go.id, hingga Jum'at (2/10/2020), pemerintah melaporkan kasus positif Corona (Covid-19) di Indonesia mencapai sebesar 295.499, dengan pasien sembuh 221.340 kasus dan meninggal 10.972 kasus. Pada hari yang sama, tercatat untuk Provinsi DKI Jakarta menempati urutan pertama penambahan kasus positif baru, yakni sebanyak 1.198 orang dengan kesembuhan 655 orang. (Dompet Dhuafa)



a:2:{s:2:

Grebek Gerobak Bantu Pedagang Kecil

Lihat Detail
Grebek Gerobak Bantu
02 Okt 2020 22:39:24

BANDUNG, JAWA BARAT -- Seperti tidak henti-hentinya dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19 dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Kesehatan, Pendidikan, Sosial bahkan Ekonomi dari tingkat [...]

a:2:{s:2:

Bee Well Gandeng Dompet Dhuafa dala

Lihat Detail
Bee Well Gandeng Dom
02 Okt 2020 22:36:00

JAKARTA -- Pendidikan memang merupakan salah satu pilar penting Dompet Dhuafa dalam menyejahterakan masyarakat Indonesia. Salah satunya dengan membangun sekolah di pelosok atau pedalaman nege [...]

a:2:{s:2:

Sepertiga Ramadan ala LKC, Gelar Ak

Lihat Detail
Sepertiga Ramadan al
02 Okt 2020 21:59:02

JAKARTA -- Bersamaan pada Hari Belanja Online Nasional, Dompet Dhuafa menginisiasi lahirnya Hari Berbagi Nasional pada tanggal 5 Mei yang berlangsung dengan meriah. Serangkaian kegiatan dila [...]


Tuliskan Komentar