Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Gizi Ikhtiar di Tengah Pandemi

SIARAN PERS, BANYUMAS, JAWA TENGAH -- Menurut prediksi, pandemi Covid-19 akan masih eksis hingga tahun 2021 mendatang. Ekonomi dan kesehatan menjadi dua hal yang paling krusial menjadi perhatian semua pihak. Setelah enam bulan dalam ketatnya protokol dan sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari, satu RW (rukun Warga) 04 Dusun Gabu, Desa Suro, Kec. Kalibagor, Kab. Banyumas, bersama-sama bergerak melalui program ‘RT Mapan Gizi’ (Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Gizi pada Ahad (20/9/2020).

Menyasar 320 KK penerima manfaat, Layanan Kesehatan Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Cabang Jawa Tengah menginisiasi program ini dengan mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan agar lebih produktif. Pada tahap awal ini bantuan bibit diberikan sebanyak 15-20 polibag untuk setiap rumah. Para relawan yang tergabung dalam Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Purwokerto menyebar ke tiap RT dalam kelompok kecil untuk melakukan pendistribusian, pendampingan, dan edukasi.

Bibit tanaman obat keluarga, dan tanaman sayur mayur kebutuhan harian konsumsi rumah tangga seperti cabai, bayam, pepaya, sawi terong sebagai upaya ketahanan keluarga. Ana (32), salah satu penerima manfaat merasa senang karena mendapat banyak bantuan bibit untuk ditanam.

“Sebelumnya saya merupakan karyawan toko dan dirumahkan karena adanya pandemi, kini alhamdulillah, kembali produktif dengan kegiatan baru. Pun sebelumnya keluarga saya juga mendapatkan bantuan satu ember budidamber dan sudah panen untuk dinikmati keluarga dan dibagikan pada tetangga,” aku Ana.

Program pemberdayaan ini merupakan bagian dari program Kawasan Sehat berbasis RW yang sudah diinisiasi sejak Februari 2020 lalu. Program Kawasan Sehat Dompet Dhuafa bertujuan menciptakan kawasan yang memiliki indikator-indikator kesehatan tertentu melalui kegiatan pemberdayaan, peningkatan kompetensi SDM, pengelolaan sumberdaya lokal, dan kemitraan. Dengan tujuan akhirnya adalah peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan individu pada kelompok sasaran.

Ditengah pandemi seperti ini, faktor kesehatan masyarakat menjadi penting, apalagi pada kelompok-kelompok rentan terpapar seperti lansia dan orang dengan komorbid (memiliki penyakit penyerta). Dalam program kawasan sehat, melalui kelompok-kelompok bentukan berupa Pos Sehat ditiap RT maka data individu dengan resiko tinggi terpapar sudah diklasifikasikan. Himbauan dan penyuluhan dengan kelompok-kelompok kecil ini secara mobile juga intensif dilaksanakan.

Aan Julianto selaku Koordinator Program, mengungkapkan kegiatan ini akan berkelanjutan "Saya berharap kawasan ini nantinya dapat menjadi percontohan kawasan sehat, mengatasi kerawanan pangan, menumbuhkan kemandirian pangan keluarga”.

LKC Dompet Dhuafa membuka kesempatan sinergi untuk pengembangan program bagi individu dan komunitas yang tertarik dalam program ini. Informasi kerjasama dapat menghubungi layanan center di 08112890287. (Dompet Dhuafa / Foto: DD Jateng / Penulis: DD Jateng / Editor: Dhika Prabowo



a:2:{s:2:

Grebek Gerobak Bantu Pedagang Kecil

Lihat Detail
Grebek Gerobak Bantu
25 Sep 2020 22:39:24

BANDUNG, JAWA BARAT -- Seperti tidak henti-hentinya dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19 dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Kesehatan, Pendidikan, Sosial bahkan Ekonomi dari tingkat [...]

a:2:{s:2:

Bee Well Gandeng Dompet Dhuafa dala

Lihat Detail
Bee Well Gandeng Dom
25 Sep 2020 22:36:00

JAKARTA -- Pendidikan memang merupakan salah satu pilar penting Dompet Dhuafa dalam menyejahterakan masyarakat Indonesia. Salah satunya dengan membangun sekolah di pelosok atau pedalaman nege [...]

a:2:{s:2:

Sepertiga Ramadan ala LKC, Gelar Ak

Lihat Detail
Sepertiga Ramadan al
25 Sep 2020 21:59:02

JAKARTA -- Bersamaan pada Hari Belanja Online Nasional, Dompet Dhuafa menginisiasi lahirnya Hari Berbagi Nasional pada tanggal 5 Mei yang berlangsung dengan meriah. Serangkaian kegiatan dila [...]


Tuliskan Komentar