Tukar Ide di FGD Pemberdayaan Madu Hutan Trigona Bontocani

SIARAN PERS, BONE, SULAWESI SELATAN -- Sudah sejak lama Dompet Dhuafa berkhidmat pada kegiatan pemberdayaan. Salah satu yang sering menjadi sasaran pemberdayaan Dompet Dhuafa ialah petani atau peternak. Seringkali petani menjadi pihak yang paling sedikit mendapat untung dibandingkan pelaku pasar. Pemberdayaan Dompet Dhuafa mencoba meningkatkan management produksi dan keterlibatan petani di ranah pasar. Hal itu disampaikan pada Forum Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Lembaga Pengkajian Pengembangan Kemasyarakatan (LP2K), bersama kelompok petani madu Trigona Bontocani, Sulawesi Selatan.

“Dompet Dhuafa selalu mendukung penuh bagaimana petani madu lebih produktif lagi dan berdaya. Ada tiga aksi, pembuatan sarang lebah, meningkatkan produksi, dan melebarkan perluasan pasar untuk petani,” buka Kamaludin, selaku Senior Oficer Ekonomi Dompet Dhuafa, pada FGD yang digelar secara daring, pada Kamis (17/9/2020).

Petani Madu Trigona, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, adalah satu dari sekian banyak penerima manfaat dari pemeberdayaan Dompet Dhuafa. Sebelumnya, para petani madu masih memanen lebah dengan cara yang konvensional. Para petani hanya mencari madu ke hutan, jadi sangat tergantung pada kondisi lingkungan. Petani pun hanya sampai pada tahap produksi, sehingga petani kalah tawar dengan para tengkulak yang terbiasa dengan pasar.

“Sebelumnya kami sangat tergantung dengan hutan, begitu pula dengan pemasaran kami masih belum tahu. Kami sudah mendapatkan tiga pelatihan selama satu tahun belakangan ini dari Dompet Dhuafa, pertama pembibitan, pengembangan usaha, ketiga berkenalan dengan dunia digital,” terang Sabarman Salim, salah satu petani madu.

Salah satu pegiat pemberdayaan lokal, Andi Irwandi Natsir, yang kini juga meruapakan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan juga merasakan pemberdayaan yang ada. Sebelumnya, ia yang mengikuti perkembangan di Kecamatan Bontocani, melihat bagaimana banyak progress yang terjadi di wilayahnya.

“Program Dompet Dhuafa sangat membantu masyarakat di desa kami. Tetutama pemuda yang kini memiiki ruang untuk berkreasi. dengan kehadiran Dompet Dhuafa memberikan dukungan dan pembelajaran management sehingga masyarakat di sini menjadi lebih profuktif lagi,” tukas Andi.

Setelah pemberdayaan selama satu tahun belakangan, Petani Madu Trigona, Kecamatan Bontocani kini sedang dalam progress pengembangan digital. Setelah pelatihan management yang lebih profesional, kini petani madu Trigona sudah mulai berani memasarkan produknya sendiri melalui website, dan berbagai platform penjualan lainnya. (Dompet Dhuafa / Foto: Zul / Penulis: Zul / Editor: Dhika Prabowo)



a:2:{s:2:

Grebek Gerobak Bantu Pedagang Kecil

Lihat Detail
Grebek Gerobak Bantu
18 Sep 2020 22:39:24

BANDUNG, JAWA BARAT -- Seperti tidak henti-hentinya dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19 dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Kesehatan, Pendidikan, Sosial bahkan Ekonomi dari tingkat [...]

a:2:{s:2:

Bee Well Gandeng Dompet Dhuafa dala

Lihat Detail
Bee Well Gandeng Dom
18 Sep 2020 22:36:00

JAKARTA -- Pendidikan memang merupakan salah satu pilar penting Dompet Dhuafa dalam menyejahterakan masyarakat Indonesia. Salah satunya dengan membangun sekolah di pelosok atau pedalaman nege [...]

a:2:{s:2:

Sepertiga Ramadan ala LKC, Gelar Ak

Lihat Detail
Sepertiga Ramadan al
18 Sep 2020 21:59:02

JAKARTA -- Bersamaan pada Hari Belanja Online Nasional, Dompet Dhuafa menginisiasi lahirnya Hari Berbagi Nasional pada tanggal 5 Mei yang berlangsung dengan meriah. Serangkaian kegiatan dila [...]


Tuliskan Komentar