Sambut Ramadhan, 1000 Lansia Purwokerto Ikuti Senam Bersama

Ramadhan menghitung hari, selain ruhiyah atau rohani yang harus disiapkan dalam menyambut ibadah di bulan penuh berkah Ramadhan, fisik pun harus disiapkan agar tetap bugar. Tidak terkecuali para lansia, walau usia yang sudah tidak produktif lagi, aktifitas fisik tetap dilaksanakan guna menjaga kebugaran dan kualitas hidup diusia lanjut. Ahad, 13 Mei sekitar 1500-an lansia melaksanakan senam bersama dalam rangka rangkaian kegiatan Hari Lanjut Usia Nasional yang bertepatan dengan Ramadhan pada 29 Mei mendatang. Selain meriahkan gelaran HLUN, kegiatan ini juga menjadi rangkaian agenda Tarhib sambut Ramadhan 1439 H LKC Purwokerto. Mens sana in corpore sano ungkapan bahasa latin ini tepat disematkan pada ribuan lansia yang hari ini mengikuti senam. Sekitar dua jam, wajah-wajah keriput ini seakan tiada kehabisan baterai untuk mengikuti seluruh rangkaian acara.

Pemerintah RI sejak 29 Mei 1996 secara resmi telah menetapkan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang diperingati tiap tahunnya. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menyasar semakin besarnya jumlah lanjut usia di Indonesia. Tahun 2018 ini tema yang diusung adalah Lansia Sejahtera, Masyarakat Bahagia. FD Sukmono (82) yang merupakan veteran 65 ini aktif mendirikan sasana senam di setiap kota dan desa di Kabupaten Banyumas. Lahirnya sasana-sasana senam lansia di wilayah Kabupaten Banyumas merupakan peran beliau. Harapan Sukmono dalam HLUN 2018 yang betepatan dengan Ramadhan kali ini semoga kegiatan ini bisa menjadi salah satu ikhtiar sehat dan bugar dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Sementara, Titi Ngudiati, Manajer LKC Purwokerto, mengapresiasi mitra dan panitia Gebyar Senam Bersama Seribu Lansia. “Usia tidak meghalangi berorganisasi dan menjadi event organizer bagi kegiatan ini. Rangkaian HLUN sekaligus tarhib LKC Purwokerto yang melibatakan ribuan lansia juga sebagai sarana silaturahim dan memberikan kebahagian lansia di Banyumas. Senam yang diselenggarakan setiap tahun ini juga memberikan kesempatan bagi para lansia untuk aktualisasi diri dan meningkatkan peran sosialnya di masyarakat.”

Tahun ini senam seribu lansia diadakan di daerah pinggiran kota, yakni di lapangan Desa Ledug, Kecamatan Kembaran Kab. Banyumas. Hal ini dimaksudkan agar sosialisasi kegiatan untuk para lansia tidak hanya berpusat di daerah perkotaan, tapi hingga pelosok desa di seluruh kabupaten Banyumas. Sejatinya sasana-sasana senam lansia tidak hanya marak dan popular di kalangan masyarakat kota, tapi juga pedesaan. Senam lansia merupakan olahraga yang cocok bagi lansia karena gerakan di dalamnya menghindari gerakan loncat-loncat (low impact), melompat, kaki menyilang, maju mundur, menyentak-nyentak namun masih dapat memacu kerja jantung-paru dengan intensitas ringan-sedang, bersifat menyeluruh dengan gerakan yang melibatkan sebagian besar otot tubuh, serasi sesuai gerak sehari-hari dan mengandung gerakan-gerakan melawan beban badan dengan pemberian beban antara bagian kanan dan kiri tubuh secara seimbang dan berimbang. Selain gerakan yang disesuaikan dengan kondisi lansia, irama music pengiring pun dapat di sesuaikan dengan irama music kedaerahan.

Tiga Titik Lokasi Tarhib

Islam sangat mengutamakan kesehatan (lahir dan batin) dan menempatkannya sebagai kenikmatan kedua setelah Iman, oleh karenanya, Sebagai organisasi filantropi Islam yang konsen dibidang kesehatan masyarakat marginal, LKC menyambut Ramadhan dengan melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan kesehatan di tiga titik lokasi hari ini. Selain senam dengan sasaran lansia, Aksi Layanan Seha (ALS) digelar bersama BMC (Banyumas Mualaf Center) melayani ratusan mualaf di Banyumas. Tim lainnya beraksi di kota Majenang Kab Cilacap dalam rangkaian Gowes Sepeda Santai Tarhib Ramadhan mitra BMT Surya Utama Majenang. (Dompet Dhuafa/Titi N, DM)